|
Sudahkah Anda mengetahui tentang PROSTAT ?
Prostat adalah salah satu dari kelenjar yang hanya dimiliki
oleh kaum pria yang terletak dibawah kandung kemih dan mengitari saluran
kencing (uretra). Adapun fungsi kelenjar ini adalah untuk membantu kesuburan.
Setiap pria dewasa yang telah berumur 35- 40 tahun, prostat akan semakin lama
semakin membesar dan dapat bersifat jinak atau ganas (kanker). Pembesaran
prostat yang bersifat ganas terjadi pada pria yang berumur sekitar 60 tahun.
Pembesaran prostat ini dapat mengganggu jalannya air seni.
Apa Saja Gejala Pembesaran Prostat ?
-
Bila
terasa ingin buang air kecil tetapi tidak dapat keluar.
-
Pancaran
air seni lebih kecil dibandingkan pada usia muda.
-
Buang
air kecil dengan mengejan
-
Selesai
buang air kecil, air seni masih menetes dan terasa masih ada sisa air seni di
dalam kandung seni.
-
Frekuansi
kencing lebih sering khususnya pada malam hari
-
Sering
terjadi ‘anyang-anyangen', meskipun sudah melakukan pengobatan tetap kambuh.
-
Timbul
komplikasi misalnya : Ambeien (wasir), Hernia (kondor, purus), timbul batu pada
kandung seni dll.
-
Kencing
macet total.
Pemeriksaan Apa Saja Yang Diperlukan Sebelum Operasi Prostat
?
Jika Anda mengalami gejala pembesaran prostat seperti yang
disebutkan diatas maka segera hubungi dokter Anda, maka dokter akan melakukan
pemeriksaan :
Pemeriksaan fisik lengkap
Pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan darah dan
kencing
Pemeriksaan paru, jantung dan foto perut
Pemeriksaan pancaran kencing (bila kencing belum macet total)
dengan menggunakan alat yang disebut "Uroflowmeter".
Macam Tindakan Operasi Prostat
a.
Cara
Operasi Biasa
Operasi
ini dilakukan dengan cara dokter melakukan sayatan pada perut bagian bawah
sehingga dapat mencapai kelenjar prostat. Kapsul kelenjar prostat kemudian
dibuka dan kelenjar prostat dikeluarkan. Setelah selesai kapsul prostat dan
dinding perut dijahit kembali dan untuk sementara uretra harus dipasang
kateter.
b.
Operasi
Pengerokan Melalui Uretra
Operasi
ini dilakukan dengan alat khusus yang berupa pipa dan dilengkapi dengan lensa
dan pengerok listrik yang dimasukkan melalui uretra agar memudahkan pengerokan
pada kelenjar prostat. Dengan cara ini tidak tampak ada luka dari luar dan jika
hal ini sudah dilakukan maka untuk sementara harus dipasang kateter lewat
uretra.
Melihat
adanya dua jenis operasi diatas, maka dokter akan menentukan jenis operasi
terbaik dengan melihat kondisi fisik Anda.
Bagaimana
Perawatan Segera Setelah Operasi Prostat ?
-
Setelah
operasi prostat maka Anda akan dipindahkan dari kamar operasi ke ruang
perawatan intensif/ruang pemulihan.
-
Pada
tubuh penderita masih dipasang pipa infus kateter
-
Setelah
operasi hingga 24 jam berikutnya penderita pasca operasi prostat disarankan
untuk berbaring saja. Setelah itu penderita baru diperbolehkan duduk.
-
Setelah
penderita dapat buang angin (kentut) maka penderita baru diperbolehkan minum.
Hal-Hal Yang Dapat Terjadi Setelah Operasi Prostat
Pada
setiap operasi prostat selalu ada kemungkinan timbul komplikasi. Adapun jenis
komplikasi yang dapat terjadi adalah sebagai berikut :
1.
Perdarahan
Pada setiap operasi selalu timbul
pendarahan. Pendarahan yang dimaksud adalah perdarahan yang sampai dapat
mengganggu penderita misalnya perdarahan yang membeku di aliran kateter atau
perdarahan setelah kateter dilepas. Jika darah mengalami pembekuan di aliran
kateter maka dokter akan membersihkan bekuan darah tersebut dan jika terjadi
perdarahan setelah kateter dilepas maka diharapkan penderita diharapkan
memperbanyak minum dengan tujuan darah dapat keluar dan tidak membuntu uretra.
2.
Kelebihan
Cairan
Hal ini dapat terjadi pada operasi
dengan cara pengerokan prostat. Bila hal ini terjadi maka cairan akan dikuras
dengan obat-obatan.
3. Pada operasi pengerokandapat terjadi
perobekan dari kapsul prostat atau kandung kemih. Bila hal ini terjadi maka
dokter akan melakukan operasi biasa (terbuka) untuk menutup robekan tersebut.
4.
Tidak
dapat menahan kencing/ngompol. Hal ini dapat terjadi bila klep yang terdapat di
uretra menjadi lemah. Tetapi hal tersebut hanya bersifat sementara dan dokter
akan memberikan informasi cara mengatasi hal tersebut.
5.
Ejakulasi
Retrogad
Ejakulasi
Retrogad adalah air mani yang masuk ke dalam kandung kemih saat bersenggama,
sehingga air mani (sperma) keluar pada saat penderita buang air kecil. Keadaan
ini tidak membahayakan dan dialami hampir semua pria yang menjalani operasi
prostat.
6.
Penyempitan
Uretra
Penyempitan Uretra terjadi
disebabkan adanya pembesaran prostat yang disertai infeksi saluran kencing.
Gejala dari penyempitan uretra ini sama dengan gejala pembesaran prostat.
7.
Impotensia
(Lemah Syahwat)
Impotensia dapat terjadi pada 5-30%
pada penderita pasca operasi prostat. Walaupun hal ini jarang terjadi, maka
segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.
8.
Prostat
Kambuh Kembali
Pada operasi ini tidak semua prostat
dibuang, tetapi bagian kapsul prostat masih ditinggalkan. Dari kapsul prostat
ini masih dapat tumbuh lagi kelenjar prostat. Tetapi kejadian prostat tumbuh
kembali kurang dari 5%. Untuk itu penderita diharapkan kontrol secara teratur
ke dokter.
Informasi lebih lengkap tentang
Operasi Prostat
Hubungi
Rumah Sakit Semen Gresik
Jl. RA. Kartini 280
GRESIK
Telp. (031) 3987840-41
Pswt. 6192 / 6152
|